Jalan-jalan ke Tangkuban Perahu October 9, 2007
Posted by math98 in Jalan-jalan.trackback
Seperti biasa anak matematika 98 yang hobinya jalan-jalan mengadakan tour ke Tangkuban Perahu Bandung, niat berangkat dengan kendaraan umum pun dijalani para pemuda-pemudi, sepertinya kenapa Tangkuban Perahu yang dijadikan acara jalan-jalan kala itu adalah untuk menghemat pengeluaran bulanan maklumlah sebagian dari
pemuda-pemudi ini adalah anak kost, bahkan ada anak kost yang dari luar pulau jawa, dengan menggunakan angkot Ledeng dan rencana jalan kaki dari gerbang ke kawasan wisatapun dijalani dan dilakoni, start awal adalah berkumpul di gazebo dan saling menunggu yang akhirnya berangkat pada jam 9 pagi teng.
Masing-masing membawa perbekalan sendiri-sendiri walaupun ada juga yang tidak membawa apa-apa, baik berupa makanan berat ataupun makanan ringan ini sih bisanya anak laki-laki, tapi anak-anak perempuannya pada rajin bawa makanan ringan dan makanan berat, sesampainya di kawah Tangkuban Perahu perut para
penjelajah ini pun sudah mulai terasa lapar, akhirnya memutuskan untuk menyewa sebuah eh dua buah deng tiker di tempat penyewaan untuk digelar dan mengadakan ritual makan siang.
Setelah cukup kenyang menyantap makan siang anak-anak 98 ini mulai melihat-lihat pemandangan Tangkuban Perahu yang kala itu sedang turun kabut sehingga pandanganpun mulai samar-samar putih, hal ini menambah keindahan tempat wisata tersebut dan tidak menyesal mengunjunginnya walaupun
dengan duit pas-pasan, maklumlah para mahasiswa yang mengandalkan duit kiriman dari bokap nyokap.
Setelah selesai menikmati alam Tangkuban Perahu, anak-anak 98 ini mulai untuk merencanakan turun gunung alias pulang, mungki ada yang berminat sekali untuk berjalan kaki sampai ke gerbang tangkuban Perahu gara-gara ingin menikmati alam atau ada juga yang ingin mengirit ongkos supaya bisa pilang kekekekeke entahlah, ditengah perjalanan menuju gerbang rombongan math 98 ini mungkin mulai merasa kelelahan, untung saja jalan yang ditempuh tidak menemukan jalan tanjakan alias jalan turunan tetapi tetap saja rasa lelah menghinggapi anak-anak 98 ini yang akhirnya memutuskan untuk beristirahat sejenak melepas lelah tapi wajah-wajah lelah masih tetap tersenyum puas dan gembira.
Mudah-mudahan masa-masa ini tidak pernah hilang dari memori kita anak-anak matematika 98 yang senang berpetualang walaupun duit pas-pasan.

Very good, but tolong di ksh teks yg pke bhs asing y… byar more keren…….